GPIB SILOAM JAKARTA

Komplek HUBAD

Jl. Arteri Pos Pengumben

Sukabumi Utara, Jakarta Barat

(telp : 021-5306405)

GPIB SILOAM

GPIB SILOAM JAKARTA

JADWAL IBADAH

Ibadah Hari Minggu                            09.00 & 18.00 WIB

Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak           09.00 WIB

Ibadah Hari Minggu Perseketuan Teruna    09.00 WIB

MINGGU ADVEN (Minggu -Minggu Adven)

ADVENT (Lat. Adventus) artinya ‘kedatangan.’ Istilah ini dulu kala dipakai umum dalam Imperium Romawi untuk kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa.

Advent juga terkait dengan masa penantian Mesias oleh jemaat Israel dalam Perjanjian Lama. Berdasarkan latarbelakang itu maka para pengikut Kristus memberi makna baru bagi ‘advent’ yakni untuk menyatakan kedatangan Tuhan Yesus. Bagi mereka bukan kaisar, melainkan Kristus sebagai Raja dan Tuhan yang datang. Bahwa Mesias yang dinantikan oleh jemaat Israel sesungguhnya telah datang dalam diri Yesus. Dia sudah datang dan akan datang.
Jelas, bahwa Minggu-minggu Advent merupakan masa persiapan bagi orang Kristen untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus, dan kedatangan-Nya itu dipahami adalah pertama kali dalam bentuk bayi Yesus yang lahir di kandang Betlehem, yang dirayakan pada Hari Natal. Perayaan ini terus mengarahkan jemaat untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya kembali, yaitu pada akhir zaman.
Advent dirayakan selama 4 (empat) Minggu sebelum Natal yang ditandai dengan penyalaan lilin Adven (lilin Advent I warna ungu tua; II warna ungu muda; III warna pink; IV warna merah muda. Perayaan Natal dimulai pada malam Natal tanggal 24 Desember, ditandai dengan penyalaan Lilin Natal berwarna putih, yang terus dinyalakan pada perayaan Natal pertama tanggal 25 Desember, Natal kedua tanggal 26 dan pada Hari Minggu sesudah Natal sebelum Hari Minggu Epifani. Simbol Minggu Advent, seperti terdapat pada kain mimbar dan stola GPIB, adalah Jangkar – Salib dengan warna dasar Ungu muda.

Simbol ini berganti pada tanggal 24 Desember Jam 18.00.

ARTI :

Simbol Salib – jangkar dipergunakan oleh orang Kristen mula-mula yang tinggal di kotakombe-kotakombe. Sebenarnya simbol ini merupakan warisan dari bangsa Mesir kuno, namun dikemudian hari ia menjadi simbol universal yang menunjuk pada penantian yang penuh pengharapan. Pengharapan adalah sauh (jangkar) yang kuat bagi jiwa kita. Dengan pengharapan dan iman, orang percaya tetap menanti kedatangan Yesus Kristus. Sebab Dia akan datang untuk membebaskan orang percaya dari segala penderitaan yang mereka alami.