GPIB SILOAM JAKARTA

Komplek HUBAD

Jl. Arteri Pos Pengumben

Sukabumi Utara, Jakarta Barat

(telp : 021-5306405)

GPIB SILOAM

GPIB SILOAM JAKARTA

JADWAL IBADAH

Ibadah Hari Minggu                            09.00 & 18.00 WIB

Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak           09.00 WIB

Ibadah Hari Minggu Perseketuan Teruna    09.00 WIB

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

(Minggu -Minggu Sesudah Pentakosta)

Ada yang menyatakan bahwa sesudah Hari Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu Hari Minggu yang disebut Hari Minggu Biasa atau Hari Minggu – Hari Minggu sesudah Pentakosta. Hari Minggu sesudah Pentakosta berjumlah tidak tetap; sekitar 24-28 Minggu Hari Minggu. Hari Minggu Trinitas adalah Minggu I sesudah Pentakosta, dst. Minggu-minggu ini ditandai dengan warna Hijau, warna pertumbuhan dan kesuburan. Masa ini juga disebut masa Gereja berjuang. Di dalamnya, Gereja diingatkan tentang penyertaan Tuhan di dalam perjuangannya. Yesus Kristus, Kepala Gereja, selalu beserta dengan Gereja-Nya (Allah beserta kita). Inilah alasan kita beribadah pada Hari Minggu karena kita yakin Yesus Kristus yang telah bangkit dan menang akan selalu menyeratai kita dalam setiap perjuangan dan menjadikan kita pemenang.

PRAPASKAH adalah persiapan sebelum paskah. Masa Prapaskah adalah masa di mana jemaat mengenang dan menghayati kembali seluruh perjalanan pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi sampai di Yerusalem. Oleh karena itu, masa ini adalah merupakan kesempatan untuk jemaat berpuasa, meratap, sadar diri, menyesal dan bertobat.

Minggu Prapaskah dihitung mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I.

Simbol Minggu Prapaskah adalah gambar Ikan (Yun. IXHTUS) dengan warna dasar ungu tua dengan tulisan ‘Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat) dari kata IXHTUS = YESU KRISTU, THEOS HUIOS, SOTERIA

ARTI :

Tanda ini merupakan suatu Sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiaayaan yang hebat itu mereka tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan mereka masing-masing