GPIB SILOAM JAKARTA

Komplek HUBAD

Jl. Arteri Pos Pengumben

Sukabumi Utara, Jakarta Barat

(telp : 021-5306405)

GPIB SILOAM

GPIB SILOAM JAKARTA

JADWAL IBADAH

Ibadah Hari Minggu                            09.00 & 18.00 WIB

Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak           09.00 WIB

Ibadah Hari Minggu Perseketuan Teruna    09.00 WIB

MINGGU PRAPASKAH

(Minggu-minggu Pra Paskah)

(Siklus Pra Paskah)

Paskah (Portugis: Pasca) yang dikembang dari Bahasa Latin dan Yunani dari kata Pesakh yang berarti ‘Lewat’. Yang lewat adalah malaikat maut, yang dilewati maut sendiri (simbolnya ialah penyeberanganLaut Tiberau dab Sungai Yordan). Kata Ibrani ‘Pesakh’ dalam Bahasa Yunani menjadi Paskha (huruf terakhir ‘kh’ pendah ke tengah).

Menurut kaidah Bahsa Indonesia, kata “paskah” mestinya tidak menggunakan huruf “h” di belakang. Namun, dalam laras Bahasa teologi, tetap ditulis dengan menggunakan huruf “h” di belakang (Paskah).

Minggu Pra Paskah di hitung mulai Minggu VI Prapaskah dan seterusnya sampai Minggu I. hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I.

  • Hari Minggu VI Prapaskah (Latin Invocabit) artinya ‘Bila ia berseru’ (Mzm. 91:15)
  • Hari Minggu V Prapaskah (Latin: Reminiscere) artinya ‘Ingatlah’ (Mzm. 25:6)
  • Hari Minggu IV Prapaskah (Latin: Oculi) artinya ‘Mata(ku) (Mzm. 25:15)
  • Hari Minggu III Prapaskah (Latin: Laetare) artinya ‘Bersukacitalah’ ((Yes. 66:10; bd Mamzmur 122).
  • Hari Minggu II Prapaskah (Latin: Judica) artinya ‘Berilah Keadilan’ (Mzm. 43:1)

Hari Minggu I Prapaskah (Latin: Palmarum) artinya ‘Hari Palma’ (bnd. Yoh. 12:13), terkait perjalanan Yesus masuk ke Yerusalem. Hari Minggu ini juga disebut Hari Minggu Passio (Minggu Sengsara)

Simbol

Symbol Minggu Prapaskah adalah gambar Ikan berwarna putih dengan tulisan IXHTUS warna emas diatas kain warna ungu tua; dari kata IXHTUS = YESU KRISTU, THEOS HUIOS, SOTERIA.

Arti:

Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaa dan penganiayaan yang hebat, orang-orang percaya tidak saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal diantara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan masing-masing agar lebih dapat dikenal saat bertemu.