• HARI MINGGU BIASA Sesudah Hari Minggu Trinitas maka Gereja dan orang-orang percaya merayakan Hari Minggu Biasa atau lebih dikenal sebagai Hari Minggu-Hari Minggu sesudah Pentakosta. Minggu-minggu sesudah Pentakosta ditandai dengan warna Hijau; warna pertumbuhan dan kesuburan bagi gereja. Masa ini juga disebut masa Gereja berjuang. Di dalamnya, Gereja diingatkan tentang penyertaan Tuhan di dalam perjuangannya. Yesus Kristus, Kepala Gereja, melalui Roh Kudus, selalu beserta Gereja-Nya (Allah beserta kita). lnilah alasan kita beribadah pada Hari Minggu karena kita yakin bahwa Yesus Kristus yang telah bangkit dan menang akan selalu menyeratai kita dalam setiap perjuangan dan menjadikan kita pemenang. Simbol Hari Minggu sesudah Pentakosta adalah perahu yang sedang berlayar di dengan samudera, ditunutun oleh burung Merpati (putih) dengan ranting zaitun diparuhnya dan dilingkupi pelangi dengan wama dasar Hijau.%
Arti:

Perahu merupakan simbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari Tuhan.  Hal ini  nyata  lewat  perpaduan  antara perahu dan pelangi. Di sini janji Allah tentang pertolongan-Nya itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan Kesetiaan Allah atas janji-Nya untuk memelihara bum!, khusus Gereja dan orang-orang percaya.

Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan  dan  kehidupan  dari Allah (bnd. Kej. 8: 10.11) melalui Roh Kudus yang akan terus menyertai   sampai   ke   tempat   tujuan.   Jadi   sekalipun   Gereja mengalami berbagai ancaman goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji Allah tersebut di dalam Kristus melalui Roh Kudus.

Simbol ini beraganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, jelang<br /> Hari Minggu Adven I